2148062 - TYAS HARNANDO

Pengalaman Ke Jawa

Kala itu usiaku masih belia dengan semangat yang luar biasa saya dan beberapa keluargaku menyiapkan segala perlengkapan untuk menuju ke Jawa menggunakan Kapal Laut. Senyum Bahagia ku aturkan sebab jarang pulang kampung. Persaanku kini telah terpikirkan bnyak tempat wisata yang ingin saya kunjungi. Sebagian besar masyarakat menyadari bahwa pariwisata yang ada di Indonesia khususnya jawa dominan disukai wisata budayanya. Dengan itu pula ada banyak harapan yang menunggu untuk menggapai tempat wisata tersebut.

Hari itu telah tiba aku dan rombongan menaiki kapal sebagai transportasi menuju tujuan saya yaitu Surabaya, Jawa Timur. Meski demikian sebanarnya tujuan saya adalah kampung halaman saya yang berada di Jawa Tengah. Durasi perjalanan untuk kapal laut ini sendiri selama 1 hari 1 malam, yah lama memang namun pengalaman menaiki kapal laut sangat menyenangkan. Disaat matahari terbenam maupun terbit saya terbiasa memandangi pemandangan laut serta ombak yang berderu menghantam lapisan kapal. Sederhana memang namun itu salah satu kebahagiaan tersendiri bagi saya pribadi. Terlebih lagi terdapat banyak ikan di sekitar kapal.

Sesampainya saya di Pelabuhan Tanjung Perak ekspresi legah terpancar di wajah saya karena telah selamat sampai tujuan. Namun ada hal yang menjadi kekawatiran juga karena banyak orang yang berprofesi sebagai pengantar barang yang membabibuta masuk ke dalam kapal. Takut kehilangan rombongan atau tersenggol oleh kurir tersebut. Jadi kami memutuskan untuk turun belakangan agar tidak mendapat hal yang buruk dan tidak diinginkan.

Sebelumnya kami telah memesan travel untuk transportasi darat menuju Jawa Tengah. Jadi setelah berada di depan Pelabuhan kita langsung naik, perjalanan darat ini mencapai sekitar 8 jam. Lumayan tidak menyenangkan bagi saya karena selalu mempunyai pengalaman kurang menyenangkan sebagai penumpang. Terlebih saya orangnya mabukan, jarak dekatpun sudah mual apa apalagi ini dengan jarak 8 jam. Untungnya kami sempat beberapa kali singgah untuk kebutuhan makan hingga toilet. Disitulah kesempatan bagi saya untuk menikmati rehat agar menurunkan perasaan yang kurang nyaman selama berada di dalam kendaraan.

Tak terasa 8 jam telah terlewati akhirnya saya dan rombongan telah tiba di kampung saya Sukoharjo, Jawa Tengah. Membereskan barang barang lalu kemudian istirahat agar adapat sehat melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Wonogiri di keesokan harinya. Sukoharjo ini adalah tanah kelahiran bapak saya sedangkan Wonogiri tanah kelahiran ibu saya. Tak banyak objek wisata yang berada di Sukoharjo karena kabupaten ini termasuk yang sedikit objek wisata alam maka dari itu Wonoghiri menjadi pilihan utama saya untuk berwisata karena terdapat banyak tempat wisata alam yang tentunya saya dapat menikmati itu.

Hari esok pun tiba, saya mulai membersihkan badan hingga membereskan barang serta pakaian ganti untuk menuju ke Kabupaten Wonogiri. Karena saya tidak memiliki motor pribadi di kampung, oleh karena itu saya mencoba untuk meminjam motor di om saya, dan alhamdulillah di pinjamkan. Perjalanan ini saya lakukan mandiri, sangat menyenangkan menurut saya mengendarai motor dengan tanpa ada yang menemani. Memandangi pemandangan yang ada dengan hijaunya persawahan membuat makin menyenangkan perjalanan ini. Wonogiri lokasinya termasuk terletak di daratan tinggi jadi lumayan dingin jika naik motor tanpa menggunakan jaket.

Sesampainya di lokasi tentu bersilaturahmi dulu bersama keluarga tak lupa dengan ekspresi heran karena melihat saya yang telah tumbuh besar dan berbeda di tahun sebelumnya saat mengunjungi rumah ini. Duduk di depan rumah sambal minum teh adalah hal yang paling pas saat itu. Itu membuat saya merefresh Kembali pikiran yang sebelumnya banyak kegiatan dan saat itu dapat menikmati udara segar beserta aktifitas masyarakat setiap harinya. Itu menjadi hal yang paling ku nantikan karena di perkotaan sulit untuk mendapatkan aktifitas seperti ini, dan inilah kesempatan yang wajib saya manfaatkan.

Kunjungan wisata ku di mulai mengunjungi Kebun Teh bersama tante saya. Dengan menggunakan motor. Dengan lama perjalanan 4 jam tentunya lumayan menguras tenaga kita sesekali juga singgah namun berbeda dengan mobil, motor adalah kendaraan favorit saya untuk perjalanan darat yang lumayan jauh jaraknya. Tidak perlu mengkhawatirkan masalah mual dan tidak nyaman. Dengan motor ini saya dapat melakukan banyak hal termasuk dengan mengendarai kecepatan tinggi hehehhe.

Kali pertama berada di Kebun Teh hal yang menyenangkan, hanya duduk dan merasakan dinginnya cuacah disana dan melihat kabut mulai menutupi penglihatan kami. Selain itu kami membeli makanan ringan sebagai tambahan aktifitas yang sangat sederhana ini. Gelak tawa dan bahagia bisa berkumpul dengan keluarga dan menikmati alam yang sangat asri. Tak lama dari ini kami melanjutkan mengunjungi Gerojokan Sewu atau wisata Air Terjun.

Perjalanannya kemungkinan sejaman dan juga termasuk area yang dingin, disini terdapat banyak delman dan kuda untuk disewakan pengunjung. Air terjun ini memliki banyak anak tangga untuk menuju ke lokasinya. Areanya sangat menyenangkan dikelola dengan baik dan tanpa menggerus hijaunya pepohonan diarea tersebut. Air terjunnya lumayan tinggi dan kami menyempatkan untuk berfoto sebagai dokumentasi yang dapat menjadi ingatan memory yang akan datang. Ini sangat menyenangkan namun karena waktu yang singkat kami memilih untuk pulang lebih awal. Sebelum sampai rumah kami menyempatkan singgah di pedagang angkringan untuk santap malam. Disini sangat direkomendaasikan untuk segala makanan yang tersedia, entah kenapa semua terasa enak. Jadi sudah jadi hal yang biasa setelah pulang kampung pasti makin berisi. Menu yang paling saya cari adalah wedang ronde yang memang sangat cocok diminum di malam hari. Dengan gabungan kuah jahe dan bola bola ketan yang berisi kacang hijau didalamnya ini sangat nikmat banget.

Setelah sesampai di rumah badan berasa keram disekujur badan karena seharian berada di jalan, tidak papa ini juga sangat menyenangkan. Selanjutnya saya merencanakan untuk berkunjung ke 2 candi yang terkenal yaitu Candi Borobudur yang ada di Magelang dan Candi Prambanan yang berada di Yogyakarta.

Setelah masa pemulihan habis berwisata di hari sebelumnya akhirnya tepat waktunya saya berkunjung ke 2 tempat wisata selanjutnya. Masih sama seperti sebelumnya saya  menggunakan motor sebagai transportasi handal tentunya. Menuju ke Candi Borobudur adalah pilihan pertama saya. Perjalanannya cukup untuk karenan melewati daerah panas kemudian daerah pegunungan lalu yang terakhir daerah panas. Dengan lama perjalanan sekitar 4 jam kami tiba di kawasan Canti Borobudur. Sangat indah dan megah kawasannya lokasi parkir menuju ke bangunan utama lumayan sangat menguras tenaga namun tetap menikmati Langkah demi langkahnya. Oh iya sangat menyarankan untuk membawa topi sebagai penangkal panas matahari yang lumayan sangat panas. Sebelumnya saya mengira, saya akan di suruh menggunakan sarung khas daerah tersebut seperti yang biasa digunakan oleh wisatawan namun ternyata salah. Tidak masalah yang terpenting kami masih bisa merasakan keindahan bangunan ini. Sangat terkesima dengan bangunan ini dengan segala arsitektur bangunan yang sangat maju pada masa itu dan sangat detail. Candi Borobudur mungkin memiliki 10 lantai dengan berbagai stupa, saya lupa berapa jumlah pastinya. Saya juga mencoba mitos memegang patung yang berada di stupa akan dikabulkan permintaannya wkwkwk hanya penasaran sih namun tidak mempercayai sepenuhnya juga sih. Berfoto foto dengan keindahan bangunan ini kemudian kami beranjak untuk balik menuju ke Candi Prambanan. Namun saat jalan menuju parkiran Candi Borobudur ternyata klami melewati pedagang oleh oleh itu juga menjadikan saya ingin membeli sesuatu di area ini.

Perjalanan kami menuju Candi Prambanan termasuk tidak memiliki kesulitan. Sama dengan Borobudur, Candi ini juga lumayan panas dan jarak lokasi utama dengan parkiran membutuhkan perjalanan kaki kira kira 15 menit. Pengelolaan wisata ini sangat menarik dengan memasuki juga beberapa ruangan seperti museum untuk memahami cerita dibalik bangunan sejarah ini. Dalam kompleks ini juga terdapat 2 candi kecil pelengkap dari Candi Prambanan. Foto foto selesai kemudian kami lanjut untuk mengunjugi sekalian Jalan Malioboro untuk membeli oleh oleh seperti baju, celana, tas dan lain lain.

Jalan Malioboro sedang terjadi pelestarian pada saat itu jadi banyak bagian jalanan yang masih kurang enak dipandang. Oh iya kami juga singgah santap malam disini, kurang menyenangkannya saat terdapat banyak pengamen yang mengganggu nikmatnya santap malam kami. Setelah kami pastikan bahwa semuanya telah terbeli, kami mencoba untuk singgah foto foto dulu menikmati suasana jalanan malioboro dengan banyak seniman dipinggir jalan. Dan setelah Lelah berkeliling akhirnya kami memilih untuk pulang. Dan alhamdulillah kami tiba di rumah dengan selamat.

Sekian dan terimakasih.

Read More …