Pengalaman Ke Jawa
Kala
itu usiaku masih belia dengan semangat yang luar biasa saya dan beberapa
keluargaku menyiapkan segala perlengkapan untuk menuju ke Jawa menggunakan
Kapal Laut. Senyum Bahagia ku aturkan sebab jarang pulang kampung. Persaanku
kini telah terpikirkan bnyak tempat wisata yang ingin saya kunjungi. Sebagian
besar masyarakat menyadari bahwa pariwisata yang ada di Indonesia khususnya
jawa dominan disukai wisata budayanya. Dengan itu pula ada banyak harapan yang
menunggu untuk menggapai tempat wisata tersebut.
Hari
itu telah tiba aku dan rombongan menaiki kapal sebagai transportasi menuju
tujuan saya yaitu Surabaya, Jawa Timur. Meski demikian sebanarnya tujuan saya
adalah kampung halaman saya yang berada di Jawa Tengah. Durasi perjalanan untuk
kapal laut ini sendiri selama 1 hari 1 malam, yah lama memang namun pengalaman
menaiki kapal laut sangat menyenangkan. Disaat matahari terbenam maupun terbit
saya terbiasa memandangi pemandangan laut serta ombak yang berderu menghantam
lapisan kapal. Sederhana memang namun itu salah satu kebahagiaan tersendiri
bagi saya pribadi. Terlebih lagi terdapat banyak ikan di sekitar kapal.
Sesampainya
saya di Pelabuhan Tanjung Perak ekspresi legah terpancar di wajah saya karena
telah selamat sampai tujuan. Namun ada hal yang menjadi kekawatiran juga karena
banyak orang yang berprofesi sebagai pengantar barang yang membabibuta masuk ke
dalam kapal. Takut kehilangan rombongan atau tersenggol oleh kurir tersebut.
Jadi kami memutuskan untuk turun belakangan agar tidak mendapat hal yang buruk
dan tidak diinginkan.
Sebelumnya
kami telah memesan travel untuk transportasi darat menuju Jawa Tengah. Jadi
setelah berada di depan Pelabuhan kita langsung naik, perjalanan darat ini
mencapai sekitar 8 jam. Lumayan tidak menyenangkan bagi saya karena selalu
mempunyai pengalaman kurang menyenangkan sebagai penumpang. Terlebih saya
orangnya mabukan, jarak dekatpun sudah mual apa apalagi ini dengan jarak 8 jam.
Untungnya kami sempat beberapa kali singgah untuk kebutuhan makan hingga
toilet. Disitulah kesempatan bagi saya untuk menikmati rehat agar menurunkan
perasaan yang kurang nyaman selama berada di dalam kendaraan.
Tak
terasa 8 jam telah terlewati akhirnya saya dan rombongan telah tiba di kampung
saya Sukoharjo, Jawa Tengah. Membereskan barang barang lalu kemudian istirahat
agar adapat sehat melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Wonogiri di keesokan
harinya. Sukoharjo ini adalah tanah kelahiran bapak saya sedangkan Wonogiri
tanah kelahiran ibu saya. Tak banyak objek wisata yang berada di Sukoharjo karena
kabupaten ini termasuk yang sedikit objek wisata alam maka dari itu Wonoghiri
menjadi pilihan utama saya untuk berwisata karena terdapat banyak tempat wisata
alam yang tentunya saya dapat menikmati itu.
Hari
esok pun tiba, saya mulai membersihkan badan hingga membereskan barang serta
pakaian ganti untuk menuju ke Kabupaten Wonogiri. Karena saya tidak memiliki
motor pribadi di kampung, oleh karena itu saya mencoba untuk meminjam motor di
om saya, dan alhamdulillah di pinjamkan. Perjalanan ini saya lakukan mandiri,
sangat menyenangkan menurut saya mengendarai motor dengan tanpa ada yang
menemani. Memandangi pemandangan yang ada dengan hijaunya persawahan membuat
makin menyenangkan perjalanan ini. Wonogiri lokasinya termasuk terletak di
daratan tinggi jadi lumayan dingin jika naik motor tanpa menggunakan jaket.
Sesampainya
di lokasi tentu bersilaturahmi dulu bersama keluarga tak lupa dengan ekspresi
heran karena melihat saya yang telah tumbuh besar dan berbeda di tahun
sebelumnya saat mengunjungi rumah ini. Duduk di depan rumah sambal minum teh
adalah hal yang paling pas saat itu. Itu membuat saya merefresh Kembali pikiran
yang sebelumnya banyak kegiatan dan saat itu dapat menikmati udara segar
beserta aktifitas masyarakat setiap harinya. Itu menjadi hal yang paling ku
nantikan karena di perkotaan sulit untuk mendapatkan aktifitas seperti ini, dan
inilah kesempatan yang wajib saya manfaatkan.
Kunjungan
wisata ku di mulai mengunjungi Kebun Teh bersama tante saya. Dengan menggunakan
motor. Dengan lama perjalanan 4 jam tentunya lumayan menguras tenaga kita
sesekali juga singgah namun berbeda dengan mobil, motor adalah kendaraan
favorit saya untuk perjalanan darat yang lumayan jauh jaraknya. Tidak perlu
mengkhawatirkan masalah mual dan tidak nyaman. Dengan motor ini saya dapat
melakukan banyak hal termasuk dengan mengendarai kecepatan tinggi hehehhe.
Kali
pertama berada di Kebun Teh hal yang menyenangkan, hanya duduk dan merasakan
dinginnya cuacah disana dan melihat kabut mulai menutupi penglihatan kami.
Selain itu kami membeli makanan ringan sebagai tambahan aktifitas yang sangat
sederhana ini. Gelak tawa dan bahagia bisa berkumpul dengan keluarga dan
menikmati alam yang sangat asri. Tak lama dari ini kami melanjutkan mengunjungi
Gerojokan Sewu atau wisata Air Terjun.
Perjalanannya
kemungkinan sejaman dan juga termasuk area yang dingin, disini terdapat banyak
delman dan kuda untuk disewakan pengunjung. Air terjun ini memliki banyak anak
tangga untuk menuju ke lokasinya. Areanya sangat menyenangkan dikelola dengan
baik dan tanpa menggerus hijaunya pepohonan diarea tersebut. Air terjunnya
lumayan tinggi dan kami menyempatkan untuk berfoto sebagai dokumentasi yang dapat
menjadi ingatan memory yang akan datang. Ini sangat menyenangkan namun karena
waktu yang singkat kami memilih untuk pulang lebih awal. Sebelum sampai rumah
kami menyempatkan singgah di pedagang angkringan untuk santap malam. Disini
sangat direkomendaasikan untuk segala makanan yang tersedia, entah kenapa semua
terasa enak. Jadi sudah jadi hal yang biasa setelah pulang kampung pasti makin
berisi. Menu yang paling saya cari adalah wedang ronde yang memang sangat cocok
diminum di malam hari. Dengan gabungan kuah jahe dan bola bola ketan yang
berisi kacang hijau didalamnya ini sangat nikmat banget.
Setelah
sesampai di rumah badan berasa keram disekujur badan karena seharian berada di
jalan, tidak papa ini juga sangat menyenangkan. Selanjutnya saya merencanakan
untuk berkunjung ke 2 candi yang terkenal yaitu Candi Borobudur yang ada di
Magelang dan Candi Prambanan yang berada di Yogyakarta.
Setelah
masa pemulihan habis berwisata di hari sebelumnya akhirnya tepat waktunya saya
berkunjung ke 2 tempat wisata selanjutnya. Masih sama seperti sebelumnya
saya menggunakan motor sebagai
transportasi handal tentunya. Menuju ke Candi Borobudur adalah pilihan pertama
saya. Perjalanannya cukup untuk karenan melewati daerah panas kemudian daerah
pegunungan lalu yang terakhir daerah panas. Dengan lama perjalanan sekitar 4
jam kami tiba di kawasan Canti Borobudur. Sangat indah dan megah kawasannya
lokasi parkir menuju ke bangunan utama lumayan sangat menguras tenaga namun
tetap menikmati Langkah demi langkahnya. Oh iya sangat menyarankan untuk
membawa topi sebagai penangkal panas matahari yang lumayan sangat panas.
Sebelumnya saya mengira, saya akan di suruh menggunakan sarung khas daerah
tersebut seperti yang biasa digunakan oleh wisatawan namun ternyata salah.
Tidak masalah yang terpenting kami masih bisa merasakan keindahan bangunan ini.
Sangat terkesima dengan bangunan ini dengan segala arsitektur bangunan yang
sangat maju pada masa itu dan sangat detail. Candi Borobudur mungkin memiliki
10 lantai dengan berbagai stupa, saya lupa berapa jumlah pastinya. Saya juga
mencoba mitos memegang patung yang berada di stupa akan dikabulkan
permintaannya wkwkwk hanya penasaran sih namun tidak mempercayai sepenuhnya
juga sih. Berfoto foto dengan keindahan bangunan ini kemudian kami beranjak
untuk balik menuju ke Candi Prambanan. Namun saat jalan menuju parkiran Candi
Borobudur ternyata klami melewati pedagang oleh oleh itu juga menjadikan saya
ingin membeli sesuatu di area ini.
Perjalanan
kami menuju Candi Prambanan termasuk tidak memiliki kesulitan. Sama dengan
Borobudur, Candi ini juga lumayan panas dan jarak lokasi utama dengan parkiran
membutuhkan perjalanan kaki kira kira 15 menit. Pengelolaan wisata ini sangat
menarik dengan memasuki juga beberapa ruangan seperti museum untuk memahami
cerita dibalik bangunan sejarah ini. Dalam kompleks ini juga terdapat 2 candi
kecil pelengkap dari Candi Prambanan. Foto foto selesai kemudian kami lanjut
untuk mengunjugi sekalian Jalan Malioboro untuk membeli oleh oleh seperti baju,
celana, tas dan lain lain.
Jalan
Malioboro sedang terjadi pelestarian pada saat itu jadi banyak bagian jalanan
yang masih kurang enak dipandang. Oh iya kami juga singgah santap malam disini,
kurang menyenangkannya saat terdapat banyak pengamen yang mengganggu nikmatnya
santap malam kami. Setelah kami pastikan bahwa semuanya telah terbeli, kami
mencoba untuk singgah foto foto dulu menikmati suasana jalanan malioboro dengan
banyak seniman dipinggir jalan. Dan setelah Lelah berkeliling akhirnya kami
memilih untuk pulang. Dan alhamdulillah kami tiba di rumah dengan selamat.
Sekian
dan terimakasih.