2148062 - TYAS HARNANDO

A. LETAK GEOGRAFIS KALIMANTAN UTARA


Provinsi Kalimantan Utara yang memiliki luas ± 75.467.70 km², terletak pada posisi antara 114º 35’ 22’ - 118º 03 00’ Bujur Timur dan antara 1º 21’ 36’ - 4º 24’ 55’ Lintang Utara. Selain itu berdasarkan batas kewenangan provinsi, Provinsi Kalimantan Utara diketahui memiliki luas lautan seluas 11.579 km² (13% dari luas wilayah total).

(kaltaraprov.co.id)

(gambar : wikipedia.org)

B. LUAS DAN BATAS WILAYAH

 


Luas Wilayah Kalimanatan Utara

  • ·         Kabupaten / Kota Luas Km"  
  • ·         Bulungan    13.925,70 km    
  • ·         Malinau      46.620,70 km
  • ·         Tana Tidung        4.828,58km
  • ·         Nunukan    13.841,90 km
  • ·         Tarakan     250,80 km

Kalimantan Utara 75.467,70km

Batas Wilayah Kalimantan Utara

  • ·         Sebelah Utara: Negara Sabah (Malaysia)
  • ·         Sebelah Timur: Laut Sulawesi
  • ·         Sebelah Selatan: Provinsi Kalimantan Timur
  • ·         Sebelah Barat: Negara Serawak (Malaysia)

(kaltaraprov.co.id)

C. SEJARAH

Sejarah Kalimantan Utara

Wilayah yang menjadi Provinsi Kalimantan Utara merupakan bekas wilayah Kesultanan Bulungan. Kesultanan Bulungan pernah menguasai wilayah pesisir yang terdiri dari beberapa daerah yaitu Kabupaten Bulungan, Kabupaten Tana Tidung, Kabupaten Malinau, Kabupaten Nunukan, Kota Tarakan dan Tawau (Sabah sekarang) yang di dalamnya terdapat bermacam-macam suku.Kesultanan Bulungan didirikan pada tahun 1731. Raja pertama adalah Wira Amir yang bergelar Amiril Mukminin (1731–1777), dan Raja yang terakhir atau ke-13 adalah Datuk Tiras yang bergelar Sultan Maulana Muhammad Djalalluddin (1931-1958).


Proses pemekaran Kalimantan Utara menjadi suatu provinsi terpisah dari Kalimantan Timur telah dimulai pada tahun 2000-an. Setelah melalui proses panjang, pembentukan provinsi Kalimantan Utara akhirnya disetujui dalam rapat paripurna DPR pada tanggal 25 Oktober 2012.

(kaltaraprov.co.id)

(gambar : indonesia.go.id)

D. DEMOGRAFI


  • Jumlah penduduk Provinsi Kalimantan Utara hasil Sensus Penduduk 2020 (september 2020) berjumlah 701.814 jiwa. Terjadi penambahan sebesar 177.158 jiwa bila dibandingkan tahun 2010.
  • Laju pertumbuhan penduduk per tahun (2010-2020) di Provinsi Kalimantan Utara mencapai2,86 persen. Terjadi penurunan laju pertumbuhan penduduk mencapai 5,19 persen bila dibandingkan dengan tahun 2000-2010
  • Persentase penduduk usia produktif (15-64 tahun) di Provinsi Kalimantan Utara mencapai 69,95 persen. Sementara persentase penduduk lansia di Provinsi Kalimantan Utara mencapai 3,39 persen. Terjadi peningkatan persentase penduduk lansia sebesar 2,41 persen bila dibandingkan dengan tahun 2010.
  • Rasio Jenis Kelamin Provinsi Kalimantan Utara mencapai 112. Artinya, dari 100 orang perempuan, terdapat 112 orang penduduk laki-laki di Provinsi Kalimantan Utara. Hal ini menunjukkan bahwa penduduk laki-laki lebih banyak dibandingkan jumlah penduduk perempuan.
  • Bila dilihat menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Utara, sebesar 34,59 persen total penduduk Provinsi Kalimantan Utara terkonsentrasi di Kota Tarakan, yaitu mencapai 242.786 jiwa.

(kaltara.bps.go.id)

 

E. AGAMA DAN SUKU BANGSA

·         Agama

Berdasarkan agama di Kalimantan Utara menurut Kementerian Dalam Negeri (2021), 507.780 adalah Muslim, 137.540 adalah Protestan, 42.260 adalah Katolik, 4.165 adalah Buddha, 344 adalah Hindu, 151 adalah Konghucu dan 11 adalah agama tradisional.

Sumber: Kementerian Agama Kantor Wilayah Provinsi Kalimantan Utara

·         Suku Bangsa

Suku bangsa di kalimantan utara yang native adalah Dayak, Bulungan, Tidung, dan juga menurut saya, Bajau. Meskipun Bajau hidup di laut, namun mereka punya pemukiman di pesisir.

Dayak



Dayak by far adalah suku yang paling pribumi. Kehidupan dan tata cara keagamaan serta sosial bisa dibilang asli. Tapi dayak hidup dengan kelompok-kelompok kecil. Karena itu meskipun jumlah banyak namun tersebar atas desa-desa yang berjauhan dan kadang masih di pedalaman. Karena tersebar dalam kelompok kecil maka dayak banyak sub-etnisnya. Misalnya kayan, kenyah, agabag, burusu, lundayeh, lun bawang, tingalan, atau yang masih primitif, punan.

 

Bulungan



Bulungan berkerabat dekat dengan dayak, dilihat dari sejarah bulungan dan cerita rakyat bambu-telur. Kasultanan Bulungan dulunya merupakan kerajaan besar, dan sempat diberi status daerah istimewa bersama jogja, surakarta, berau, kutai, dan kalimantan barat. Wilayah kalimantan utara saat ini pun merupakan wilayah bekas kesultanan bulungan dulu.

Tidung

Tidung merupakan suku yang mendiami kawasan kalimantan dekat dengan tarakan. Seperti bulungan, tidung didominasi oleh islam. Sekarang orang tidung banyak mendiami kabupaten Tana Tidung, yang merupakan kabupaten baru pemekaran dari kabupaten Bulungan. Dulunya orang tidung juga mempunyai kesultanan sendiri, kesultanan tidung.

Bajau

Bajau merupakan gypsi laut, selama hidupnya tidak terpisahkan oleh laut. Bahkan secara genetik bajau telah berevolusi menjadi manusia yang memungkinkan untuk bertahan di air lebih lama daripada rata-rata. Orang bajau mendiamai kawasan di pesisir timur. Rumah-tumah mereka biasanya dibangun di atas air. Jumlah mereka tidak sebanyak suku lain karena sebagian besar orang bajau hidup di kawasan lain semacam pesisir sulawesi, pulau-pulau sekitar laut sulawesi, timur sabah, dan kawasan selatan phillipines. Di area kerja saya terdapat satu desa yang didominasi etnis bajau.

 

Etnis lain yang bukan native tapi banyak berada di Kaltara antara lain

Bugis

Kedekatan geografis dengan sulawesi membuat suku bugis banyak mendiami kaltara, terutama pesisir timur. Awalnya mereka datang karena beberapa sebab. Seperti pengaruh politik (misal pelarian dari anak buah Kahar Muzakar) atau kebetulan mendapai daratan baru yang bisa dihuni setelah berlayar. Mereka membuka lahan dan berkebun. Dan karena prospek bagus mereka mengundang teman dan keluarga dari sulawesi untuk bercocok tanam di sini. Jadilah jumlahnya banyak.

Jawa

Program transmigrasi Pak Harto membawa pengaruh besar karena banyak satuan pemukiman orang jawa di sini. Di daerah saya ada dua desa yang penduduknya merupakan transmigran dari jawa.

Toraja

Dari pengamatan, entah kenapa banyak orang toraja yang ada di bulungan. Di puskesmas saya bahkan ada 4 orang toraja (meanwhile saya jawa sendiri).

Timor

Orang timur banyak di kaltara, terutama pada daerah yang mempunyai perusahaan sawit melimpah. Di area kerja saya, jumlah pekerjaan lebih banyak dari jumlah penduduk. Karena itulah jumlah penduduk semakin meningkat. Akibatnya jumlah kunjungan pasien ke puskesmas juga meningkat. :( Ini juga yg menarik banyak orang timur datang. Orang timur yang berada di sini kebanyakan datang dari flores, alor, solor, lembata, dan pulau timor.

Tionghoa

Etnis tionghoa sudah lama bermukin di kaltara. Biasanya konsentrasinya lebih banyak di daerah perkotaan semacam tarakan dan tanjung selor, meski saya punya temen dokter tionghoa yang asalnya di daerah hulu, 4 jam dengan speed boat dari tanjung selor.

Di tanjung selor sendiri orang tionghoa banyak berada di sekitar kampung arab dan di jalan sepanjang tepian sungai kayan. Terdapat kelenteng besar yang menghadap langsung ke sungai.

Manado

Saya hanya punya kanalan satu orang manado di sini, jadi saya tidak tau seberapa banyak etnis manado. Namun mungkin di tarakan lebih banyak. Salah satu perawat puskesmas bahkan punya suami orang manado. Kemiripan budaya dan agama dengan dayak mungkin jadi faktor yang membuat banyak orang manado (dan toraja) ada di sini.

F. EKONOMI



Perekonomian Kalimantan Utara Triwulan II-2022 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp 30,38 triliun rupiah dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp 16,38 triliun.

Ekonomi Kalimantan Utara Triwulan II-2022 terhadap triwulan II-2021 mengalami pertumbuhan sebesar 4,91 persen (y-on-y). Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 10,94 persen. Dari sisi Pengeluaran pertumbuhan tertinggi Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 6,48 persen.

Ekonomi Kalimantan Utara Triwulan II-2022 terhadap triwulan I-2022 mengalami pertumbuhan sebesar 2,64 persen (q-to-q). Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi terjadi pada lapangan usaha Administrasi Pemerintahan sebesar 12,13 persen. Dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) mengalami pertumbuhan sebesar 53,78 persen.

Ekonomi Kalimantan Utara semester I-2022 terhadap semester I-2021 mengalami pertumbuhan sebesar 4,73 persen (c-to-c). Dari sisi produksi, pertumbuhan didorong oleh pertumbuhan hampir semua lapangan usaha, tertinggi dicapai oleh lapangan usaha Perdagangan Besar Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 10,76 persen. Dari sisi Pengeluaran pertumbuhan tertinggi Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 7,69 persen.

Secara spasial, struktur ekonomi wilayah Pulau Kalimantan Triwulan II-2022 didominasi oleh Provinsi Kalimantan Timur sebesar 53,47 persen dan yang paling kecil Provinsi Kalimantan Utara sebesar 7,06 persen. Kinerja ekonomi Provinsi Kalimantan Tengah tercatat memiliki pertumbuhan tertinggi sebesar 7,31 persen dengan peranan sebesar 11,40 persen, sementara Provinsi Kalimantan Utara menempati posisi ketiga dengan pertumbuhan sebesar 4,91 persen (y-on-y).

(kaltara.bps.go.id)

G. PEMERINTAHAN



Sebagai Provinsi baru yang ke 34 di Indonesia, Provinsi Kalimanta Utara diresmikan pada tanggal 22 April 2013 seiring dengan dilantiknya Penjabat Gubernur Kalimantan Utara yaitu Dr. H. Irianto Lambrie oleh Menteri Dalam Negeri atas nama Presiden Republik Indonesia di Jakarta. Pelantikan Penjabat Gubernur Kalimantan Utara tersebut ditetapkan berdasarkan Keputusan Presiden RI No.48/P Tahun 2013 tanggal 20 April 2013.

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Kalimantan Utara dibentuk melalui hasil Pemilihan Umum Tahun 2014 yang penetapan keanggotaannya dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum Provinsi Kalimantan Timur sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Nama Kepala Daerah

1. April 2013 s/d April 2015 - Dr. Ir. H. Irianto Lambrie, M.M. sebagai Pj. Gubernur,

2. April 2015 s/d Februari 2016 - Drs. H. Triyono Budi Sasongko sebagai Pj. Gubernur,

3. Februari 2016 – 2021 - Dr. Ir. H. Irianto Lambrie, M.M sebagai Gubernur - H.Udin Hianggio sebagai Wakil Gubernur,

4. September 2020 – Desember 2020 - Dr. Teguh Setyabudi, M. Pd, Gubernur,

5. Februari 2021 – sekarang - Drs. H. Zainal A. Paliwang, SH, M.Hum sebagai Gubernur - Dr. Yansen TP, M.Si sebagai Wakil Gubernur.

(kaltara.bpk.go.id)

H. PARIWISATA

Air Terjun Sianak


Eksotis mungkin itu kata yang tepat untuk menggambarkan Air Terjun Sianak yang terletak di Pulau Terluar dan sekaligus terdepan Indonesia, di Pulau Sebatik. Membutuhkan stamina yang cukup prima memang jika kamu ingin mengunjungi Air Terjun Sianak ini. Lokasinya yang berada di perbukitan dan di tengah hutan menjadi tantangan tersendiri sembari menikmati panorama hutan alami Pulau Sebatik. Tempat wisata di Kalimantan Utara ini memang cukup tersembunyi, jadi kamu harus menggunakan pemandu dari desa setempat. untuk lokasi Air Terjun SIanak ini terletak di Desa Bambangan yang berada di dalam wilayah Kecamatan Sebatik Barat.

Kebun Raya Binusan





Jangan tanya deh kalau masalah hutan di Kalimantan lebatnya seperti apa, meski banyaknya pertambangan yang merusak ekosistem hutan yang menjadi paru-paru dunia. Sangatlah beragam flora yang ada di Kebun Raya Binusan ini. Udaranya yang begitu sejuk, lalu adanya spot-spot untuk bersantai menikmati alam hutan lindung menjadi alasan utama wisatawan untuk datang ke tempat wisata di Kalimantan Utara ini. Apalagi dengan adanya Air Terjun Binusan yang akan menyegarkan tubuhmu dan menghilangkan segala keluh kesah di pikiranmu. Kebun Raya Binusan memang sudah menjadi destinasi favorit masyarakat Nunukan untuk menghabiskan akhir pekan dengan berlibur menikmati alam. Untuk lokasinya sendiri terletak di Desa Binusan yang masih di dalam wilayah Kecamatan Nunukan.

Tugu Dwikora



Negara kita Indonesia dengan Negara tetangga Malaysia memang cukup sering bersitegang, dan dari era Presiden Sukarno, kita sering berselisish dengan Malaysia. Dan dibangunnya Tugu Dwikora ini menjadi sebagai salah satu bukti, bahwa ketika kita berselisih paham dengan Malaysia. Banyak sekali masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Nunukan dengan berani membela dan mempertahankan NKRI, ketika berkonfrontasi dengan Malaysia pada tahun 1964. Dan yang cukup menarik di Tugu Dwikora ini adalah adanya Tank Amphibi, jangkar, dan meriam Howitser yang pasti sangat keren jika kamu jadikan sebagai background selfie. Tugu Dwikora yang syarat akan makna ini memang sudah menjadi tempat wisata di Kalimantan Utara, karena nilai sejarah dan juga spot selfie dengan background alutsista yang cukup jarang ditemui.

(direktoripariwisata.id)

I. KEBUDAYAAN

1. Rumah Adat Kalimantan Utara



Rumah Baloy merupakan rumah adat yang  terkenal dari masyarakat Kalimantan Utara. Bentuk bangunan rumah adat ini terlihat lebih modern dan modis karena hasil pengembangan arsitektur Dayak dari Rumah Panjang (Rumah Lamin) yang dihasilkan oleh Masyarakat suku Tidung yang tidak lain merupakan suku di Kalimantan Utara. Seperti suku lainnya, suku Tidung ini mempunyai kebudayaan dan model rumah adat sendiri.


Rumah Adat Baloy Tidung

Rumah Baloy dibangun menghadap ke utara, sedangkan pintu utamanya menghadap ke selatan. Rumah adat baloy terbuat dari bahan dasar kayu ulin. Ada terdapat empat ruang utama di dalam Rumah Baloy yang biasa disebut Ambir, yaitu:

Alat Kait atau Ambir Kiri sebagai tempat menerima pengaduan masalah adat maupun perkara-perkara lainnya.

Lamin Bantong atau Ambir Tengah sebagai tempat pemutusan perkara adat hasil sidang pemuka adat.

Ulat kemagot atau Ambir Kanan sebagai tempat istirahat maupun berdamai setelah selesainya perkara adat.

Lamin Dalom sebagai tempat singgasana Kepala Adat Besar Dayak Tidung.

Sedangkan pada bagian belakang Rumah Baloy, dibuat bangunan di tengah-tengah kolam yang disebut dengan Lubung Kilong. Bangunan ini adalah sebuah tempat untuk menampilkan kesenian suku Tidung, seperti Tarian Jepen.




                                 

Lubung Kilong


Lubung Intamu

Ada lagi dibagian belakang rumah Lubung Kilong bangunan besar sebagai tempat acara-acara pelantikan maupun musyawarah masyarakat. bangunan ini disebut Lubung Intamu.


2. Pakaian Adat Kalimantan Utara



Pakaian adat Kalimantan Utara hampir mirip dengan pakaian adat di Kalimnatan Timur. Karena provinsi ini dulu termasuk kedalam provinsi Kalimantan Timur sehingga untuk suku bangsa dan kebudayannya pun mirip dengan Kalimantan timur.

Pakaian adat pada pria mengenakan rompi tanpa lengan serta dililitkan kain hingga selutut. Dikepala dikenakan topi berhiaskan bulun burung.

Sedangkan pakaian adat pada wanita menegnakan rompi yang bercorak khas Kalimantan tanpa lengan serta bagian bawahnya rok. Dikepalanya dihiasi topi yang unik.


3. Tarian Tradisional: Kencet Ledo dan Jepen 


- Tari Kancet Ledo merupakan tarian daerah yang berasal dari Baram-Sarawak, Kalimantan Utara yaitu suku Dayak Kenyah.  Gerakan tari ini menggambarkan kelembutan seorang gadis, seperti ketika angin berhembus yang mengayunkan padi. Pakaian yang dikenakan dalam tari ini menggunakan pakaian adat suku Dayak Kenyah dengan rangkaian buket sejumlah ekor burung enggang.



- Adapun Tari Jepen merupakan tari bernuansa islam diiringi musik seperti musik rebana. Baju yang dikenakan berupa baju berwarna hijau dan kuning. Jumlah penarinya dalamtari ini dua orang atau lebih pasangan (perempuan dan laki-laki). Tarian ini didominasi dengan gerakan kaki.

Di negeri tetangga tari Jepen juga terkenal disana seperti Filipina, Brunei Darussalam dan Malaysia. Tari Jepen hampir sama dengan tari-tari yang ada diwilayah pesisir seperti Riau, dengan sebutan yang berbeda yakni Tari Zapin atau Japin.

                                                                    

4. Senjata Tradisonal: Mandau

Senjata Mandau merupakan senjata pusaka tradisional suku Dayak, berupa pusaka turun temurun yang dianggap keramat.


5. Suku Bangsa:

Sepertiga penduduk Kalimantan Utara adalah Suku Jawa yang merupakan kelompok terbesar, disusul penduduk asal Sulawesi Selatan. Selebihnya merupakan penduduk asli Kalimantan yaitu Suku Banjar, Suku Bulungan, Suku Dayak, Suku Tidung dan Suku Kutai.


6. Bahasa yang dipakai oleh orang Kalimantan Utara: Bahasa Indonesia, bahasa Tidung, Bahasa Dayak.


7. Alat Musik: 

Babun, yaitu alat musik berbentuk bulat dan terbuat dari kayu, setiap sisinya dilapisi dengan kulit kambing dan ada lubang ditengahnya. Biasanya dimainkan dengan cara dipukul.




                                         

Gambang, terdiri dari 18 bilah bamboo dan dimainkan dengan cara dipukul. 

(pustakaborneo.id)




J. TOKOH TERKENAL

Daftar Tokoh di Kalimantan Utara yang terkenal sebagai berikut:

Dr. H. Irianto Lambrie, Gubernur Kaltara




Jusuf Serang Kasim, mantan Wali kota Tarakan


•Mahyudin, anggota DPR-RI

Udin Hianggio, Wali kota Tarakan


(wikipedia.org)

K. PERGURUAN TINGGI DAN PENDIDIKAN


Universitas Kaltara

Akademi
Akademi Keperawatan Kaltara – swasta
Akademi Bahasa Asing Permata Hati – swasta
Politeknik
Politeknik Malinau - swasta
Politeknik Negeri Nunukan - negeri
Politeknik Bisnis - swasta
Sekolah Tinggi
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Tanjung Selorn - swasta
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bulungan Tarakan - swasta
STMIK PPKIA Tarakanita Rahmawati - swasta
Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Ibnu Khaldun – swasta
Universitas
Universitas Borneo Tarakan - negeri
Universitas Kaltara – swasta
(wikipedia.org)
Pendidikan
Pendidikan merupakan salah satu aspek penting untuk mengukur kualitas penduduk di suatu daerah. Kondisi pendidikan di Provinsi Kalimantan Utara dapat mempengaruhi pembangunan kualitas penduduknya, terutama dalam hal pembangunan manusia. 
Berdasarkan hasil dari penelitian Analisis Kualitas Penduduk di Kalimantan Utara Berdasarkan Indikator Pendidikan tahun2018-2019, dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut:
1. Angka Melek Huruf (AMH) pada Provinsi Kalimantan Utara tahun 2018-2019 mengalami peningkatan pada seluruh kabupaten/kota, dengan AMH tertinggi dimiliki oleh Kota Tarakan senilai 97,99 sedangkan AMH terendah dimiliki oleh Kabupaten Bulungan senilai 83,53.
2. Angka Partisipasi Kasar (APK) Provinsi Kalimantan Utara tahun 2018-2019 secara rerata keseluruhan Kabupaten/Kota mengalami penurunan pada jenjang Pendidikan SD dan SMP, namun mengalami peningkatan untuk jenjang pendidikan SMA.
3. Angka Partisipasi Murni (APM) Provinsi Kalimantan Utara tahun 2018-2019 secara rerata keseluruhan Kabupaten/Kota mengalami kenaikan pada seluruh jenjang pendidikan. Nilai APM untuk jenjang SD, SMP, dan SMA pada tahun 2018 secara berurutan sebesar 90,66; 78,04; dan 61,01 kemudian meningkat pada tahun 2019 secara berurutan untuk jenjang SD, SMP, dan SMA menjadi 91,89; 78,50; dan 61,52
(gambar : niaga.asia)



Categories:

Leave a Reply